Nemathelminthes
Nemathelminthes atau Aschelminthes adalah filum
yang pernah dipakai pada hewan kerajaan (Animalia). Pengelompokan ini sekarang
tidak digunakan lagi karena polifletik. Meskipun demikian pengelompokkannnya
kadang – kadang masih di pakai untuk kemudahan.
Anggota
– anggotanya mencakup berbagai cacingyang dikenal sebagai cacing giling : hewan
dengan tubuh memanjang, bahkan sangat panjang sehingga muncullah nama
nemathelminthes yang berarti cacing berkas (yunani), tubuhnya tidak beruas –
ruas.
Pembagian
Dari semua kelompok hewan yang digolongkan nemathelminthes terdapat 8 – 10
filum yang dikenal pada masa kini, yaitu :
- Acanthocephala
- Chaetognatha
- Cycliophora
- Gastrotricha
- Kinorhyncha
- Loricifera
- Nematoda
- Nemathopora
- Priapulida
- Rotifera
Ciri Tubuh
Memiliki tubuh berbentuk bulat panjang seperti benang dengan ujung – ujung
yang meruncing.
Memiliki rongga tubuh semu, sehingga disebut sebagai hewan pseudoselomata.
Umumnya memiliki ukuran tubuh mikroskopis, namun ada pula yang mencapai panjang
1 m. Individu betina lebih besar daripada individu jantan.
Permukaan tubuh nemathelminthes dilapisi kultikula unuk melindungi diri dari
enzim pencernaan yang berasal dari inangnya. Kultikula ini akan semakin menguat
apabila cacing ini hidup parasit pada usus inang daripada hidup bebas.
Sistem pencernaan cacing ini telah lengkap, terdiri dari, faring, mulut, usus,
dan anus. Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada
ujung posterior. Beberapa jenis ada yang memiliki kait pada mulutnya.
Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi. Cairan
pseudoselom yang akan mengalirkan makanan ke seluruh tubuh dan pernafasan akan
berlangsung secara difusi melalui permukaan tubuh.
Cara Hidup dan Habitat
Nemathelminthes ada yang hidup bebas, ada pula yang parasit pada manusia.
Nemathelminthes yang hidup bebas terdapat di tanah becek dan di dasar perairan,
berperan untuk menguraikan sampah organic, sedangkan yang parasit akan hidup di
tubuh inangnya dan memperoleh makanana dan menyerap nutrisi dan darah dari
inangnya. Hampir seluruh hewan dapat menjadi inag bagi benathelminthes.
Reproduksi
Umumnya bereproduksi secara seksual karena sistem reproduksinya bersifat
gonokoris, yaitu alat kelamin jantan dan betinanya terpisah pada individu yang
berbeda. Fertilisasi dapat mencapai lebih dari 100.000 telur per hari. Saat
berada di lingkungan yang tidak menguntungkan, maka telur dapat membentuk kista
untuk perlindungan dirinya.
Klasifikasi
Terdapat 80 ribu spesies nemathelminthes yang telah di identifikasi, dan
yang belum teridentifikasi juga sangat banyak. Nemathelminthes dibagi menjadi
dua kelas yaitu nematode, dan nemathopora. Beberapa nematode yang menjadi
parasit pada manusia adalah :
- Ascaris Lumbricoides (cacing perut), penyebab penyakit ascacariasis
- Anclyostoma duodenale (cacing tambang), banyak di daerah pertambangan
- Oxyuris Vermicularis (cacing kremi), dapat melakukan autoinfeksi
- Wuchereria bancrofti (cacing rambut), penyebab penyakit kaki gajah
- trichinella spiralis, penyebab penyakit trikhinosis.